User Guide

Introduction

DE Flight Risk Analyst menjalankan analitik HRIS untuk mendeteksi risiko attrisi karyawan dan menjelaskan driver utamanya, menjawab pertanyaan seperti:

  • "Organisasi mana yang memiliki risiko attrisi tertinggi?"

  • "Apa driver utama flight risk di divisi Engineering?"

  • "Karyawan mana saja yang masuk kategori high risk?"

  • "Bagaimana distribusi risiko berdasarkan lokasi atau job level?"

DE akan mengklarifikasi scope analisis, mengambil data HRIS, menghitung sinyal-sinyal risiko, melakukan scoring, dan menampilkan hasil berupa ranked risk segments beserta penjelasan driver yang HR-safe dan audit-grade.


What You Will Receive (Output)

Saat analisis selesai, DE akan menampilkan output berupa:

Rekap input analisis:

  • Scope: company/legal entity, organisasi, country/location, employment type.

  • Time range lookback per sinyal (employment history, manager changes, compensation, leave, disciplinary).

  • Tipe analisis: segment analysis atau specific employee lookup.

Segment/employee risk table, berisi:

  • Organization / Employee / Location.

  • Risk signal per kategori:

    • Recent Manager Change (Low / Mid / High).

    • Mobility Stagnation (Low / Mid / High).

    • Compensation Positioning (Low / Mid / High).

    • Leave/Absence (Low / Mid / High).

    • Disciplinary Documents (Low / Mid / High).

  • Aggregated Risk Tier (Low / Medium / High) dengan numeric score.

  • Confidence indicator (berdasarkan completeness data dan sample size).

  • Top drivers — penjelasan sinyal utama yang berkontribusi terhadap risk tier, menggunakan bahasa HR-safe.

  • Note/Remark — ringkasan naratif risiko per segment/employee.

Data coverage notes, misalnya:

  • "Compensation data available for 84% of employees in this cohort."

  • "Manager history available for 92% of employees in this cohort."

Suggested next actions (non-executing) — rekomendasi langkah yang bisa diambil HR tanpa mengubah data HRIS secara langsung.

File download — jika jumlah segment/rows melebihi 12 baris, DE akan menyediakan link ke file temporary yang bisa diunduh.

Thought process / source references — penjelasan proses dan sumber data yang digunakan dalam menentukan flight risk.


Benefits

DE Flight Risk Analyst membantu tim HR mengambil keputusan retensi yang lebih proaktif dan data-driven, melalui:

  • Deteksi risiko attrisi secara proaktif: Mengidentifikasi karyawan dan segmen dengan elevated attrition risk sebelum terlambat — bukan setelah pengunduran diri terjadi.

  • Mengurangi kerja manual analitik: Mengotomatisasi pengambilan data dari berbagai modul HRIS (employment history, compensation, leave, disciplinary), perhitungan sinyal risiko, dan penyusunan skoring tanpa perlu mengolah data manual di spreadsheet.

  • Penjelasan driver yang HR-safe dan auditable: Setiap risk tier disertai top drivers yang difrasekan sebagai "signals associated with higher attrition risk" — bukan label subjektif seperti "underpaid" atau "disengaged".

  • Confidence & coverage indicators: Menyertakan coverage note per sinyal dan confidence indicator per score, sehingga Anda tahu kapan hasil perlu dibaca dengan lebih hati-hati karena data yang tidak lengkap.

  • Hasil konsisten dan configurable: Menggunakan definisi sinyal yang terstandar (bucket thresholds, lookback windows) yang dapat dikonfigurasi sesuai kebijakan perusahaan, sehingga perbandingan antarperiode dan antarpengguna lebih selaras.

  • Traceability untuk audit dan review: Menyimpan jejak proses (scope, time range, sinyal yang dihitung, sumber data) untuk memudahkan penelusuran saat review atau audit.


Who Can Run It (Permissions)

Anda dapat menjalankan analisis ini jika:

  • User yang melakukan prompt memiliki akses ke Digital Employee Flight Risk Analyst, dan

  • Digital Employee memiliki administrator-level privileges untuk mengakses data HRIS yang diperlukan.

Akses data spesifik yang diperlukan:

  • Employment & org data: employee ID, status, join date, employment type, legal entity, country, location, org unit, job title, job level/grade.

  • Change history: transfer/promotion history, manager assignment changes.

  • Compensation data (permissioned): current pay, pay grade/range, pay change history — mengikuti menu trustee yang diberikan pada Digital Employee di CATAPA. Jika akses tidak diberikan, komponen compensation akan di-set "Unknown" dan disertai coverage note.

  • Leave/absence data (permissioned): leave and absence events/aggregates.

  • Employee documents (highly sensitive; permissioned): Surat Peringatan (SP1/SP2/SP3) — hanya mencatat keberadaan dan tanggal akses, bukan konten dokumen.


What You Need Before You Start (Mandatory Inputs)

DE akan meminta parameter berikut jika belum Anda sebutkan:

Company / Legal Entity (required)

  • Entitas hukum tempat analisis dijalankan.

Organization (required)

  • Nama organisasi/unit. DE akan mengklarifikasi jika ada nama yang ambigu (misalnya "Marketing" yang ada di beberapa entitas).

Country & Location (required)

  • Negara dan lokasi kerja karyawan.

Employment Type (required)

  • Permanen/contractor/intern/probation.

  • Default jika tidak disebut: semua tipe.

Analysis Type (required untuk dipastikan)

  • Segment analysis (by organization), atau

  • Specific employee lookup (jika diizinkan).

  • Default: Specific Employee (menampilkan semua employee) + Segment analysis by organization.

Opsional (jika Anda ingin menyesuaikan):

Parameter
Default

Employment history & mobility stagnation lookback

5 tahun

Manager changes lookback

12 bulan

Compensation changes lookback

12 bulan

Leave/absence lookback

6 bulan

Disciplinary documents lookback

24 bulan


What the DE Does Behind the Scenes (Ringkas)

Untuk setiap permintaan, DE menjalankan flow berikut:

  1. Clarify — Memastikan scope (company, org, country, location, employment type, analysis type) dan time range sudah jelas. Jika belum lengkap, DE akan meminta klarifikasi. DE akan mengulang (echo) scope final yang dikonfirmasi kepada user.

  2. Validate Permissions — Memvalidasi bahwa DE memiliki admin-level privileges untuk mengakses seluruh domain data yang dibutuhkan (compensation, leave, disciplinary docs).

  3. Retrieve (CATAPA HRIS) — DE mengambil data berikut:

    • Snapshot data (as of today): Employee & employment data, org & job assignment.

    • Historical data (within lookback windows):

      • Transfer/promotion history.

      • Manager assignment changes.

      • Compensation change history (permissioned).

      • Leave / absence events (permissioned).

      • Disciplinary document flags — SP1/SP2/SP3 presence + dates only (permissioned).

  4. Compute Signals — DE menghitung sinyal-sinyal risiko berikut:

    Sinyal
    Definisi
    Bucket

    Recent Manager Change

    Waktu sejak pergantian manajer terakhir

    Short: < 6 bulan · Mid: 6–18 bulan · Long: > 18 bulan

    Mobility Stagnation

    Waktu sejak promosi/transfer terakhir

    Low: < 18 bulan · Mid: 18–36 bulan · High: > 36 bulan

    Compensation Positioning

    Waktu sejak kenaikan gaji terakhir + persentase kenaikan

    Recency — Short: < 6 bulan · Mid: 6–12 bulan · Long: > 12 bulan

    Leave/Absence

    Jumlah hari absence (di luar annual leave, compensatory leave, "other" leave)

    Low: 0–2 hari · Mid: 3–7 hari · High: > 7 hari

    Disciplinary Documents

    Keberadaan SP flags dalam lookback

    Low: tidak ada · Mid: SP1 · High: SP2 atau SP3

    DE juga menghitung data coverage indicators per sinyal dan mendeteksi missing/low-quality data.

  5. Score & Confidence — DE menjalankan scoring menggunakan configured rules engine/model, menghasilkan:

    • Risk Tier: Low / Medium / High.

    • Numeric score.

    • Confidence indicator — jika key signal memiliki low coverage, confidence akan di-downgrade.

  6. Explain Drivers — DE mengidentifikasi top drivers per high-risk segment (dan per employee jika diizinkan), difrasekan dalam bahasa HR-safe: "signals associated with higher attrition risk."

  7. Deliver Output — DE menyusun dan menyampaikan hasil (segment table, ranked risk, drivers, watchlist, suggested actions, thought process).


What the DE Evaluates Against (Signals & Dimensions)

A. Risk Signals

Sinyal
Apa yang Diukur
Catatan

Recent Manager Change

Seberapa baru pergantian manajer terjadi

Pergantian manajer baru-baru ini dapat memengaruhi engagement

Mobility Stagnation

Berapa lama sejak promosi/transfer terakhir

Definisi "move" (promosi saja vs termasuk lateral transfer) akan ditampilkan secara eksplisit

Compensation Positioning

Waktu dan besaran kenaikan gaji terakhir

DE tidak akan menampilkan data gaji mentah; jika data tidak tersedia → sinyal di-set "Unknown"

Leave/Absence

Frekuensi/durasi absence di luar cuti tahunan

Menggunakan aggregate counts only; kategori leave tidak ditampilkan kecuali diizinkan secara eksplisit

Disciplinary Documents

Keberadaan SP1/SP2/SP3

Flag + tanggal saja; konten dokumen tidak pernah ditampilkan

B. Scoring & Confidence

  • Risk Tier: Low / Medium / High — berdasarkan agregasi seluruh sinyal.

  • Confidence Indicator: Merefleksikan completeness data, kalibrasi model, dan sample size. Jika sinyal kunci sebagian besar missing, confidence akan di-downgrade.

C. Segmentation & Ranking

DE mendukung segmentasi dan ranking berdasarkan:

  • Organization/unit.

  • Location/country.

  • Job level/grade.

  • Job title.

  • Employee list (jika diizinkan).


Understanding the Output (Cara Membaca Hasil)

Gunakan checklist berikut agar interpretasi konsisten dan aman:

  1. Cek scope yang direkap DE: company, organisasi, country, location, employment type, analysis type, dan time range per sinyal.

  2. Baca Aggregated Risk Tier per segment/employee. Fokus pada segmen dengan tier High.

  3. Periksa top drivers — sinyal mana yang paling berkontribusi terhadap risk tier tinggi. Perhatikan bahwa ini adalah sinyal yang berasosiasi dengan risiko, bukan kesimpulan kausalitas.

  4. Perhatikan Confidence Indicator. Hasil dengan confidence rendah menandakan data yang tidak lengkap — baca dengan lebih hati-hati.

  5. Baca coverage notes (misalnya "Compensation data available for 84% of cohort") sebelum menyimpulkan bahwa suatu sinyal adalah driver utama.

  6. Perhatikan Note/Remark untuk ringkasan naratif risiko per segment.

  7. Gunakan suggested next actions sebagai starting point untuk langkah retensi — DE tidak mengeksekusi perubahan pada data HRIS.

Last updated